CEO INPEX: LNG Blok Masela Buka Babak Baru Kerja Sama Energi Indonesia-Jepang

TANIMBAR, KOMPAS.com – Chief Executive Officer (CEO) INPEX Corporation Takayuki Ueda menyebut dimulainya pembangunan Proyek Abadi LNG Blok Masela menjadi tonggak baru kerja sama Indonesia dan Jepang, khususnya di sektor energi.
Menurutnya, proyek strategis nasional tersebut tidak hanya menjadi simbol kemajuan kedua negara, tetapi juga fondasi bagi kemitraan energi yang berkelanjutan.
"Saya harap ini bisa menjadi bagian baru untuk pemerintah Indonesia dan Jepang, terutama dalam bidang energi," kata Ueda saat menghadiri groundbreaking Proyek Abadi LNG Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7/2026).
Ueda mengatakan, proyek tersebut diharapkan mampu mempererat hubungan kedua negara melalui kolaborasi jangka panjang dalam pengembangan energi, sekaligus memberikan manfaat yang luas bagi Indonesia.
"Saya harap ini bisa menjadi langkah energi yang berkelanjutan. Proyek Blok Masela akan terus menjadi energi bagi banyak orang," ujarnya.
Menurut Ueda, berdasarkan berbagai hasil kajian, Proyek Abadi LNG Blok Masela tidak hanya berperan dalam memperkuat pasokan energi nasional, tetapi juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan.
"Berdasarkan riset, proyek Blok Masela akan memberi dampak besar pada ekonomi nasional, lalu memberikan manfaat sosial untuk masyarakat sekitar," katanya.
Ia menilai, pembangunan proyek tersebut menjadi simbol penting dari hubungan kemitraan yang telah terjalin antara Indonesia dan Jepang selama ini.
"Ini juga menjadi simbol kerja sama dan kemajuan. Ini sangat penting untuk Indonesia dan pihak yang bekerja sama," ucap Ueda.
Sebagai operator proyek, INPEX menegaskan komitmennya untuk mengawal pengembangan Blok Masela dengan pengalaman yang dimiliki perusahaan di sektor energi.
"Kami sudah memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun, ini menjadi bekal. Jadi selamat," kata dia.
Proyek strategis bernilai Rp 300 triliun
Proyek Abadi LNG Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi sekitar 20–22 miliar dollar AS, atau setara Rp 300–330 triliun. Proyek ini dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd. sebagai operator dengan kepemilikan participating interest (PI) sebesar 65 persen.
Setelah beroperasi, proyek tersebut ditargetkan mampu memproduksi 9,57 juta ton LNG per tahun (MMTPA) dan memasok sekitar 1,5 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD) untuk memenuhi kebutuhan energi dalam negeri maupun pasar ekspor.
Berbeda dari rencana awal yang menggunakan fasilitas terapung, pengembangan terbaru Blok Masela dilakukan dengan menyalurkan gas dari lapangan lepas pantai menuju fasilitas pengolahan LNG di darat melalui jaringan pipa.
Skema ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional melalui pengembangan industri hilir, peningkatan kandungan lokal, serta penciptaan lapangan kerja.
Selain memperkuat ketahanan energi nasional, proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kajian LPEM FEB UI memperkirakan Proyek Abadi LNG Blok Masela dapat menyumbang sekitar 2.492 triliun rupiah terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 2055, sekaligus mendorong pembangunan ekonomi di kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sebelumnya: Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
Selanjutnya: Pemkab Bogor Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026, Bupati Sajikan Kopi dan Makan Gratis
Artikel Terkait
- Sorotan Kemlu Atas Aksi Pemuda Madiun Kabur Saat Tur di Korsel
- Kemendagri Ungkap Perbedaan Pinjaman Sukuk & Obligasi Daerah
- 4 Hari Bertahan di Laut, Bocah Korban KM Nurul Salsa Saksikan Ibunya Meninggal di Atas Pelampung
- Viral Video Ban Truk Kontainer Meletus Terpental Timpa Pemotor di Surabaya, Begini Kronologinya
- Penampakan Rumah Warga di Depok Usai Diteror Tetangga, Pagar Rusak
- Tersangka Korupsi Haji Asrul Azis Ajukan Praperadilan Lagi, Protes Penggeledahan
- BMKG Keluarkan Peringatan Hujan Lebat di Sumut dan Sulsel Meski Lagi Kemarau
- Kerap Bersitegang, PM Spanyol dan Trump Bakal Satu Tribun di Final Pildun
