Mobil Damkar Terjebak Macet, Pemadaman Kebakaran Rumah dan Lapak di Bekasi Tersendat

Antrean kendaraan mengular akibat penyempitan jalan di sekitar lokasi kebakaran serta banyaknya pengendara yang memperlambat laju kendaraan untuk menyaksikan proses pemadaman.
"Armada jadi terjebak saat menuju lokasi, khususnya armada dari Mako Cikarang Barat dan Stadion Wibawa Mukti," kata Komandan Regu Pleton 3 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bekasi, Bohir, saat ditemui di lokasi, Rabu.
Menurut Bohir, Disdamkarmat pada tahap awal mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran.
Selanjutnya, armada mendapat tambahan dari Pos Cikarang Selatan, Pos Pemda, serta bantuan unsur TNI sehingga total sekitar delapan unit diterjunkan untuk mengendalikan kobaran api.
Sementara itu, salah seorang korban kebakaran, Sion (35), mengatakan warga telah berupaya menghubungi petugas pemadam kebakaran dari Kabupaten Bekasi maupun Karawang sesaat setelah api membesar.
"Warga sudah menghubungi petugas dari Kabupaten Bekasi maupun Karawang, tetapi sekitar 90 menit hanya satu unit mobil pemadam yang tiba," ujar Sion.
Ia menduga lambatnya kedatangan armada pemadam disebabkan kemacetan lalu lintas karena kebakaran terjadi bertepatan dengan jam pulang kerja.
Sekitar pukul 20.30 WIB, arus lalu lintas di Jalan Raya Kedungwaringin baru mulai kembali lancar setelah kobaran api di sebagian besar titik berhasil dikendalikan.
Bohir mengatakan, penyebab kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Hingga Rabu sekitar pukul 21.30 WIB, petugas Disdamkarmat Kabupaten Bekasi masih berjibaku memadamkan api di sejumlah titik yang masih menyala.
Sementara di lokasi lain yang kobaran apinya telah berhasil dipadamkan, petugas melakukan proses pendinginan.
"Kalau dugaan sementara kami belum tahu. Masih dalam penyelidikan kepolisian. Saat ini kami juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala," kata Bohir.
Sebelumnya: 6 Maskapai Ajukan Rute dari Bandara Husein Bandung, Ada Penerbangan ke Singapura dan Malaysia
Selanjutnya: 2 WN Vietnam Dideportasi Usai Buka Praktik Dokter Ilegal di Jaksel
Artikel Terkait
- DJP Gandeng Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk Awasi Kepatuhan Pajak
- Huntap Mulai Dibangun, Warga Huntara Kapalo Koto Padang Belum Dapat Kepastian Relokasi
- Bos Perusahaan Tewas di Hotel Mewah Jaksel Diduga Ada Masalah Sama Istri
- Penertiban Kawasan Pasar Gede Solo, Parkir Liar dan Becak Tak Bertuan Diamankan
- Jangan Taruh HP Sembarangan di Tempat Ini agar Tak Cepat Rusak
- 10 Twibbon Hari Anak Nasional 2026 Gratis, Cocok Dipakai di Medsos
- Kepergok Main Game Saat Rapat, Camat Madiun Ngaku Buat Hilangkan Penat
- Polisi Periksa 5 Saksi Kasus Warga Depok Diteror Tetangga
