Proyek Perbaikan Jl Kebon Sirih Jakpus Ditargetkan Selesai September 2026

Lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, macet siang ini. Kemacetan terjadi imbas adanya perbaikan jalan yang telah dimulai sejak 9 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026.
Pantauan detikcom di Jalan Kebon Sirih arah Tugu Tani, Jakarta Pusat, pada Jumat , antrean kendaraan mengular saat melintasi area proyek yang tengah dikerjakan alat berat. Sebuah ekskavator tampak mengeruk lapisan jalan di lajur tengah Jalan Kebon Sirih.
Area proyek dipagari barier sehingga ruang bagi kendaraan melintas menjadi lebih sempit. Dari tiga lajur, hanya dua lajur yang dapat dilalui kendaraan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas bergerak perlahan, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.
Meski demikian, kendaraan masih dapat melintas secara bergantian melewati lajur yang tetap dibuka. Petugas juga terlihat berada di sekitar lokasi untuk mengatur arus kendaraan agar tetap berjalan.
Menanggapi kondisi itu, Kepala Pusat Data dan Informasi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, mengatakan pekerjaan perbaikan Jalan Kebon Sirih saat ini masih berada pada tahap pertama, yakni pengerjaan lajur tengah.
"Setelah tahap 1 selesai, pekerjaan akan berlanjut pada tahap dua yaitu peningkatan jalan di lajur kanan, kemudian dilanjutkan di tahap ketiga yaitu peningkatan jalan di lajur kiri," kata Wenny saat dimintai konfirmasi, Jumat .
Ia menjelaskan proyek perbaikan Jalan Kebon Sirih dikerjakan sepanjang 345 meter, mulai Wisma Penta hingga gedung BNPP RI. Pekerjaan telah dimulai sejak 9 Juli 2026 dan ditargetkan rampung pada akhir September 2026.
Menurut Wanny, sebelum pekerjaan dimulai, Dinas Bina Marga DKI telah menggelar sosialisasi kepada masyarakat, pelaku usaha, dan perangkat daerah terkait pada 6 Juli 2026. Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk keterbukaan informasi sebelum proyek berjalan.
"Peningkatan Jalan Kebon Sirih diharapkan dapat menghadirkan jalan yang lebih kuat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kelancaran mobilitas, meningkatkan kualitas kawasan, serta memberikan manfaat bagi aktivitas sosial dan perekonomian di sekitarnya," ujarnya.
Tonton juga video "Prabowo soal Proyek Gas Masela: Pembangunan Tidak Boleh Terhambat!"
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: Analisis DNA Bantah Teori Pembunuhan dalam Keluarga Medici
Selanjutnya: Promo Tambah Daya PLN Diskon 50 Persen Berakhir 27 Juli 2026, Cek Syarat dan Cara Klaimnya
Artikel Terkait
- Kronologi Pendaki Gunung Merbabu Meninggal Diduga akibat Henti Jantung
- TNI AD: Ledakan di Gudang Madiun Terjadi Saat Pemeriksaan Amunisi
- Eri Cahyadi Minta Camat dan Lurah Surabaya Buka Layanan Hotline untuk Memudahkan Warga Mengadu
- 1 Prajurit TNI Gugur Akibat Ledakan Gudang Amunisi Madiun, 6 Alami Luka
- Nama Bayi Muhammad MBG Subianto di Wonosobo: Ini Alasan Pemilihannya dan Solusi Disdukcapil
- Hutan Mangrove Digunduli di Rokan Hilir, Pengamat Lingkungan: Perbaiki Akar Persoalannya
- Perkara Amplop Raja Juli di Tangan KPK
- Ricuh Baku Hantam di DPRD Riau, Polisi Dalami Pemicu, Gali Keterangan Saksi dan Cek CCTV
