Hobi Lari Bawa Pasutri Asal Tangerang Keliling Indonesia

Di tengah ribuan peserta fun run 5K yang diadakan oleh Kementerian Koperasi (Kemenkop), pasangan suami istri (pasutri) asal Bintaro, Tangerang, Ari (47) dan Dian (43) kompak sampai di garis finis.
Mereka mengikuti acara tersebut karena tergabung dalam komunitas berlari.
"Kami umum, dapat info dari komunitas berlari," ucap Ari ketika diwawancarai Kompas.com di kawasan Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta Selatan, Minggu (19/7/2026).
Ari dan istrinya memang memanfaatkan hari libur untuk mengikuti berbagai event lari.
Bagi Ari, berlari merupakan hobi yang menyehatkan, murah, dan bisa dilakukan di mana pun, sehingga sangat cocok untuk dirinya dan istri.
Bukan hanya di Jakarta, keduanya juga kerap mengikuti acara lari di berbagai penjuru Indonesia.
Mulai dari Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan lain sebagainya.
Dian bilang, salah satu event larinya yang cukup besar ketika berada di Yogyakarta.
"Kita terjauh lari 30 kilometer. Itu dari Tugu Yogya ke Gua Maria Sendangsono," kata Dian.
Baginya, berlari merupakan salah satu olahraga yang paling menyehatkan dan mudah dilakukan di tengah kesibukannya sebagai pekerja kantoran.
Di sisi lain, keduanya juga kerap memanfaatkan event berlari untuk memperkenalkan keberagaman budaya di Indonesia.
Seperti yang dilakukan keduanya pagi ini, membalut pakaian olahraganya menggunakan aksesoris Dayak serba merah ketika mengikuti event lari santai dari Kemenkop RI.
Berlari dengan aksesoris adat Dayak memang tidak lah terlalu nyaman, tetapi hal tersebut mereka lakukan demi memperkenalkan budaya Indonesia ke banyak orang.
"Supaya biar tetap sehat, tetap kenalin orang-orang Indonesia itu budayanya banyak," tutur Dian.
Sebab area Car Free Day (CFD) dinilai sebagai tempat yang tepat untuk memperkenalkan budaya Indonesia, karena banyak orang dari berbagai daerah datang berkumpul.
Sebelumnya: Peternakan Sapi Perah Rp 1,2 Triliun Mulai Dibangun di Brebes
Selanjutnya: BPJS Kesehatan Pastikan Layanan JKN di Puskesmas Matraman Berjalan Baik
Artikel Terkait
- KLHN 2026: AHM Dorong Transformasi Layanan Berbasis Empati
- Permukiman Rorotan Jakut Dikepung Depo Kontainer, Cermin Gagalnya Penataan Ruang Kota
- Ramai Soal Stiker Retribusi Pemanfaatan RTHP di Yogyakarta, DLH Mengaku Tak Tahu Siapa Penempelnya
- Sukses Gelar Konser Tunggal, The Neighbourhood Janji Kembali ke Indonesia
- Kini Sejajar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas jadi Negara Menengah Atas
- Promo Indomaret Periode 17-22 Juli 2026, Camilan Berbagai Merk Diskon 30 Persen
- Brankas Isi Emas dan Gepokan Duit, Bupati Sukoharjo Lapor Harta Rp 9,1 M
- Antisipasi Jules Kounde Hengkang, Barcelona Lirik Bek Tottenham Pedro Porro
