Pria di Koja Jakut Dibacok Begal hingga Luka Parah, Polisi Selidiki

Menurut Bima, saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Koja.
“Korban sudah di evakuasi ke rumah sakit,” kata dia.
Terpisah, Kompas.com juga menghubungi Kanit Reskrim Polsek Koja, Iptu Hendri Hartanto untuk meminta penjelasan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada jawaban yang diberikan.
Adapun kejadian yang menimpa korban beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun Instagram @sekitaran.jakut, tampak korban tergeletak bersimbah darah usai dibacok oleh pembegal sepeda motornya.
Berdasarkan keterangan dalam unggahan tersebut, peristiwa itu terjadi saat korban dalam perjalanan pulang ke rumah sekitar pukul 23.00 WIB usai bermain futsal.
Korban yang mengendarai sepeda motor disebut diadang oleh dua pelaku di Jalan Mandiri VII. Salah satu pelaku diduga menodongkan senjata yang disebut berupa airgun, sedangkan pelaku lainnya membawa senjata tajam jenis celurit.
Pelaku yang membawa celurit kemudian membacok korban. Korban sempat berusaha melarikan diri dengan melompati pagar, tetapi tas yang dikenakannya tersangkut hingga membuatnya terjatuh.
Pelaku kembali menyerang korban hingga korban mengalami luka parah. Korban kemudian berhasil melarikan diri ke dalam gang untuk meminta pertolongan dengan kondisi bersimbah darah.
Sementara itu, sepeda motor korban ditinggalkan dan berakhir dibawa kabur oleh kawanan begal itu.
Sebelumnya: Ironi Sektor Konstruksi, Baru 629.622 Orang Pekerja Bersertifikat
Selanjutnya: Febrie Adriansyah Tersangka Dilimpahkan ke Kejagung, Ini Alasannya
Artikel Terkait
- Final Piala Dunia 2026: Pesan Rodri untuk Timnas Spanyol Jelang Hadapi Argentina
- Cara Menikmati Keindahan Waduk Sermo di Kulon Progo, Bisa Jogging dan Lari
- Marak Balap Liar, Dinas Pendidikan Situbondo Akan Sanksi Siswa yang Bandel
- Filipina Buka Pusat Pelatihan Eksorsisme Pertama di Asia, Libatkan Psikolog dan Ahli Saraf
- Netanyahu Dukung Argentina, Doakan Juara Piala Dunia Lagi
- Gerindra Bantah Hotman: Presiden Tak Pernah Intervensi Penegakan Hukum
- Di Balik Bisnis Triliunan Piala Dunia 2026, Jejak Karbon Presiden FIFA Ikut Disorot
- Yusril Sebut Pelimpahan Kasus Febrie Percepat Proses Hukum, Minta Publik Awasi
