Warga Diteror Tetangga hingga Pintu Rusak Sempat Dimediasi Sejak 2024

Polisi menyelidiki kasus dugaan perusakan rumah warga yang diteror tetangga di Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat . Kasat Reskrim Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka mengatakan kedua belah pihak sempat dimediasi.
"Sudah pernah oleh Bhabinkamtibmas dan Polsek. Akhirnya korban membuat laporan polisi di Polres," ujar AKBP Made saat dihubungi wartawan, Minggu .
Dia mengatakan perselisihan keduanya bermula sejak 2024. Mereka telah dimediasi beberapa kali oleh pengurus lingkungan setempat.
"Untuk perselisihan tersebut dimulai dari tahun 2024 ya informasinya. Dan sudah beberapa kali dilakukan mediasi disaksikan pihak RT dan RW," ungkapnya.
Saat ini korban telah membuat LP terkait perusakan properti rumah yang dilakukan oleh diduga pelaku atau tetangganya tersebut.
"Untuk laporan kali ini yang kami proses mengenai perusakan properti rumah korban oleh terlapor," tuturnya.
Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Depok AKP Hendra mengatakan duduk perkaranya ialah korban diduga mengucapkan kata kasar serta menyetel musik karena rumah yang berdekatan.
"Informasinya kata-kata kasar dan setel musik karena saling berdekatan rumahnya," ujar AKP Hendra saat dihubungi.
Saat ini polisi telah mengecek tempat kejadian perkara . Lima orang saksi telah diperiksa terkait kasus tersebut.
"Langkah yang sudah dilakukan Sat Reskrim Polres Metro Depok, yaitu melakukan pengecekan TKP. Sudah memeriksa 5 orang saksi," ujarnya.
Polisi telah mengirimkan surat panggilan terhadap terduga pelaku. Tetangga korban itu akan dipanggil besok.
"Sudah mengirimkan surat panggilan untuk terlapor, jadwal hari Senin tanggal 20 Juli 2026," ungkapnya.
Anak Suraji, Novita , menceritakan bahwa tetangganya kerap berulah di depan rumahnya. Novita mengatakan pagar rumahnya rusak ditendang tetangganya pada Rabu .
"Itu barusan yang tanggal 15 yang kemarin. Itu baru. kaki, ditendang," kata Novita ditemui di rumahnya, Jumat .
Novita mengaku keluarganya juga pernah diteror tetangganya yang membawa golok saat Lebaran lalu. Novita menjelaskan keluarganya juga hampir setiap hari diganggu secara verbal.
"Sampai pas Lebaran aja pernah kita dibawain golok. Keluarga lagi pada kumpul di rumah, dibawain golok. Banyak saksi hidup, keluarga saya masih pada hidup. Sayangnya belum ada CCTV," katanya.
"Kalau untuk verbal itu hampir setiap hari kalau verbal ya," tambahnya.
Lihat juga Video: Viral Warga di Depok Diteror Tetangganya Sampai Mau Jual Rumah
[Gambas:Video 20detik]
Sebelumnya: SPP SMA/SMK Negeri Diusulkan Aktif Lagi di Jabar, Terapkan Skema Bertingkat, Ini Alasannya
Selanjutnya: Pos Indonesia Pastikan Tetap Penuhi Kewajiban ke Pemegang Sukuk Meski Pembayaran Ditunda
Artikel Terkait
- Khephren Thuram Alami Masalah, Juventus Percepat Negosiasi Franck Kessie
- Pertamina Tambah Jam Operasional BBM di Aceh, Distribusi Dipercepat hingga 14 Jam
- Kejagung Tegaskan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Masih Tersangka
- Mengenal Tiga Jenis Orbit Satelit dan Fungsinya
- Mendagri Usul Donatur Tiap Calon Kepala Daerah Dibuka ke Publik, Seperti di AS
- 5 Berita Terpopuler Internasional Hari Ini
- Jadwal Piala Presiden Elite 2026 Mulai 25 Juli, Persib Vs Arema Jadi Laga Pembuka
- 2 Pembobol Toko Sepatu di Bekasi Dicokok, Pelaku Juga Garong 2 Minimarket
