Mendiktisaintek: Kami Sangat Berharap Kesejahteraan Dosen Meningkat

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan harapannya agar kesejahteraan dosen di Indonesia meningkat.
"Memang tentu kami sangat berharap kesejahteraan dosen ini meningkat. Saya juga dosen dulu, dosen menjadi pertama kali memang di Indonesia sangat rendah," ujar Brian dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, dikutip dari siaran Youtube TVR Parlemen, Kamis (16/7/2026).
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisantek) sendiri telah mendata take home pay atau gaji dari dosen di setiap perguruan tinggi negeri (PTN).
Namun, ia menyinggung berbagai jenis penghasilan dosen yang terpisah di luar gaji atau take home pay.
"Memang rezim gaji di Indonesia ini kan memang di-split (dipisah) banyak ya. Kalau di negara lain di-buck satu langsung kirim. Nah di Indonesia ini di-split banyak, kita ada gaji pokok, ada tunjangan fungsional, ada serdos (sertifikasi dosen), ada tunjangan kehormatan yang GB (guru besar, itu basic-nya," jelas Brian.
Di luar itu, masih ada tunjangan kepada dosen yang berbeda-beda dari masing-masing perguruan tinggi.
Belum lagi insentif publikasi, honor penelitian, hingga tunjangan mengajar yang diterima masing-masing dosen tidak setiap bulan.
Oleh karena itu, Kemendiktisaintek tengah menata hal-hal yang berkaitan dengan kesejahteraan dosen.
"Kadang-kadang memang diterimanya itu tidak per bulan, kadang-kadang di akhir semester besar begitu. Nah memang kadang-kadang untuk yang dosen muda, yang barangkali masih harus menyicil mobil atau rumah agak berat," ujar Brian.
"Nah ini yang sedang kami tata," sambungnya.
Kemendiktisaintek, kata Brian, juga telah mengimbau para rektor untuk bisa meningkatkan kesejahteraan dosen di masing-masing perguruan tinggi.
Sebelumnya: Update Harga Toyota Avanza, Naik di Pertengahan Juli 2026
Selanjutnya: Syarat Beasiswa Bright 2026, Ada Biaya UKT Penuh, Tunjangan Bulanan dan Asrama
Artikel Terkait
- Cara Membuat Akun SIAPKerja Kemnaker untuk Pendaftaran Program Magang Nasional 2026
- Jangan Terburu-buru Hakimi, Tragedi Cipayung Harus Diusut Secara Objektif
- Reza Arap Kenang Memori Terindah Bersama Lula Lahfah di Syuting Harusnya Horror
- Trump Sok-sokan Kritik Taktik Inggris yang Kalah di Semifinal Piala Dunia
- Janji Alwi Habis-habisan Berburu Revans Lawan Lanier di Japan Open
- BNPB Resmikan 52 Unit Rumah Bantuan untuk Korban Konflik di Flores Timur
- Jeda Paruh Musim, Mario Aji dan Veda Ega Pratama Cari Motivasi di Bali
- Cerita Munawir Bertahan di Laut Selayar, Coba Selamatkan Bocah 13 Tahun, tapi...
