Zulhas: Seluruh Pangan di Papua Akan Disuplai dari Wanam

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, Kampung Wanam di Kabupaten Keerom, Papua Selatan bakal menyuplai kebutuhan pangan wilayah Papua dan sekitarnya.
Pasalnya, Wanam telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) melalui program cetak sawah seluas 1 juta hektar, sekaligus kawasan pengembangan berbagai infrastruktur vital, seperti bandara, pelabuhan dan jaringan irigasi.
“Kalau nanti produksinya lebih, bisa disuplai ke wilayah timur lainnya, seperti Maluku dan Maluku Utara, karena produksinya nanti terbanyak sekali,” kata Zulhas di Sentani, Jayapura, Selasa (14/7/2026).
Selain cetak sawah, pembangunan di Wanam juga mencakup pembangunan program biodiesel (B50), penguatan industri pertahanan serta jalan penghubung Wanam-Boven Diegoel sepanjang kurang lebih 30 kilometer.
Ia mengatakan bahwa Wanam diproyeksikan menjadi pusat cadangan Pangan Nasional.
Oleh karena itu, landasan hukum dalam melaksanakan program PSN ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 19 Tahun 2025 tentang Tim Koordinasi Percepatan Pembangunan Kawasan Swasembada Pangan, Energi dan Air Nasional serta Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 2025 yang menugaskan percepatan pembangunan kawasan tersebut.
Instruksi Presiden ini menetapkan Menko Pangan sebagai Ketua Otoritas yang berperan mengorkestrasi seluruh kementerian dan lembaga terkait.
Tujuannya adalah memperkuat kedaulatan ekonomi Republik Indonesia dengan menjamin cadangan pangan dan infrastruktur pendukung yang berkelanjutan.
Menko Pangan, Zulkifli sendiri sudah lima kali pergi mendatangi dan memastikan PSN di Kampung Wanam, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan bisa berjalan, guna mewujudkan Indonesia mandiri pangan yang dimulai dari Kampung Wanam.
“Saya sudah lima sampai enam kali ke Wanam. Kalau ini (PSN) sudah berjalan dengan baik, mudah-mudahan, beras itu tidak usah dari mana-mana, tetapi cukup dari Merauke. Oleh karena itu, akan dibangun 1 juta hektar sawah yang modern,” ungkapnya.
“Kalau beras didatangkan dari wilayah Jawa tentu mahal ongkosnya. Oleh karena itu, saya kira Merauke paling maju di Papua, dampaknya di Wanam. Bahkan hitungan kami jika Wanam sudah jalan, maka nanti Maluku dan Maluku Utara cukup pangan dari sini (Merauke),” tutupnya.
Sebelumnya: Tim SAR Cari Pria Tenggelam Saat Berenang Pakai "Styrofoam" di Waduk Jatiluhur
Selanjutnya: Kapolda Riau Kunjungi Kajati, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum
Artikel Terkait
- Fraksi PDI Perjuangan Desak Pemprov Sumut Investigasi Kelangkaan BBM
- GHAS Dibongkar, Andre Rosiade Targetkan Stadion Baru Rampung Januari 2028
- Misteri Warga Madiun Hilang di Korea Selatan, Berawal dari Pamit Pergi ke Surabaya
- Nobar Final Piala Dunia Tanpa Khawatir, Ini 4 Tips Jaga Metabolisme dan Kesehatan Hati
- Chef Kapal Pesiar Mewah Ungkap 5 Kebiasaan Makan Orang Super Kaya demi Panjang Umur
- Perusahaan Singapura Lirik Jateng, Siap Boyong Investor China dan Eropa
- Kak Seto Usul DKI Jadi Provinsi Pertama Punya Seksi Perlindungan Anak Tiap RT
- Dishub DKI Jakarta Awasi Ketat Truk ODOL Saat Uji KIR
