Mogok Jualan 3 Hari, Pedagang Daging Sapi Lamongan Minta Kepastian Harga

Menurut Bagus, yang paling memberatkan pedagang bukan semata-mata tingginya harga daging sapi, melainkan perubahan harga yang terus terjadi dalam waktu singkat.
Kondisi tersebut membuat pedagang kesulitan menentukan harga jual kepada konsumen.
Ia menyebut harga daging sapi kualitas terbaik pada Juni 2026 masih berada di kisaran Rp110.000 per kilogram. Namun, per Rabu (15/7/2026), harga kembali naik menjadi Rp130.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut, kata Bagus, memicu banyak keluhan dari pelanggan. Di sisi lain, pedagang juga berada dalam posisi sulit karena harus menjelaskan bahwa kenaikan harga berasal dari pemasok, bukan keputusan pedagang.
“Dari kemarin saya sudah banyak mendapat komplain dari pembeli. Kami juga serba salah karena harga dari atas memang terus naik,” katanya.
Bagus menduga kenaikan harga dipicu meningkatnya harga sapi hidup di tingkat peternak akibat berkurangnya pasokan.
Menurut informasi yang diterimanya, jumlah sapi yang diperjualbelikan di pasaran kini tidak sebanyak sebelumnya sehingga harga terus merangkak naik.
Melalui aksi mogok tersebut, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga sekaligus memastikan pasokan sapi tetap tersedia.
Menurut mereka, kepastian harga jauh lebih dibutuhkan dibandingkan kondisi harga yang terus berubah dalam waktu singkat.
“Harapan kami sederhana, kami ingin tetap bisa berjualan. Yang paling penting ada kepastian harga sehingga pedagang bisa berusaha dengan tenang dan masyarakat juga tidak terus dibebani kenaikan harga,” tuturnya.
Sebelumnya: Hensat Puji Keberpihakan Prabowo Berantas Korupsi di Kasus Febrie Adriansyah
Selanjutnya: Istri Kenang Momen Suapan Terakhir Ojol Sebelum Dibunuh di Tangerang
Artikel Terkait
- Presiden To Lam Undang Prabowo Kunjungan Resmi ke Vietnam
- Ketika Seniman Tua di Aceh Utara Pamerkan Ratusan Alat Musik Rapai Pase Berusia 1 Abad
- Taj Yasin Pastikan TMMD Jangkau Desa Terpencil-Buka Peluang Ekonomi
- KPK Akui Diundang Polisi Koordinasi-Supervisi Terkait 3 Kasus Korupsi
- Di Balik Keputusan Anak Mondok, Orangtua Jaga Kepercayaan di Tengah Bayangan Kasus Kekerasan Seksual
- Banjir Bandang Tapanuli Tengah, Warga Mengungsi di Gereja, Dapur Umum Mulai Didirikan
- Teror Tetangga Tak Sudah-sudah Bikin Warga Depok Putuskan Jual Rumah
- Pierluigi Collina Ungkap Sulitnya Pilih Wasit dan Jawab Kontroversi VAR
