Potret Warga Medan Antre BBM di Tengah Banjir, Pengendara Pilih Bertahan Berjam-jam

Ia melihat SPBU di dekat rumahnya itu sudah tergenang banjir. Namun ia memilih tetap masuk ke dalam antrean panjang.
"Di situ air tergenang karena air hujan. Hujan deras dari malam, jadi air pindah ke situ," ungkap Dicky.
Setiap kali hujan deras, SPBU ini tergenang banjir. Sehingga Dicky tak kaget dengan kondisi ini.
"Ada beberapa warga yang putar balik, tidak ikut antre karena banjir. Tapi memang lebih banyak warga yang memilih menunggu. Ya saya tetap menunggu, karena mau pergi kerja kan, nggak mungkin nggak mengisi minyak," ceritanya.
Akibat banjir setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa itu, antrean SPBU di Pasar 3 Marelan lebih lengang daripada tempat lainnya. Sehingga banyak warga yang nekat basah-basahan demi dapat SPBU dengan cepat.
"Stok Pertalite kebetulan ada. Kemarin sempat tidak ada, makanya saya mengisinya pagi ini. Saya antre sekitar setengah jam lebih di sini. Sampai jam 9 lewat baru selesai," jelas Dicky.
Sebagai seorang kurir, BBM baginya sangat penting. Beberapa hari belakangan ini dirinya cukup resah karena di mana-mana antrean mengular.
"Sangat berpengaruh dan berdampaklah bagi kurir seperti saya. Saya berharap masalah ini cepat diselesaikan," sebutnya.
Sebelumnya: Soal Kemunculan Liga Aspal, Pramono: Karena Keterbatasan Fasilitas Olahraga di Jakarta
Selanjutnya: Prabowo Terkesan CEO Inpex Bisa Bahasa Indonesia: Tak Banyak yang Mau Belajar
Artikel Terkait
- Cak Imin Puji Sekjen Golkar Berani Kritik NU: Kita Sama-sama Tak Ingin NU Salah Jalan
- Pria Ditangkap Polisi usai Tusuk Seseorang di Jakbar
- Cerita Ketekunan Kursumawati Mendekatkan Layanan Perbankan ke Warga Desa
- Xiaomi Redmi Kids Watch Pro Resmi, Smartwatch Anak dengan Offline Tracking
- Menuntut Negara: Bangsa Penagih atau Pencipta?
- Mengapa Melakukan Rutinitas Skincare Bisa Bantu Kelola Stres
- Pelajaran dari (Populisme) Argentina
- Berawal dari Laporan Instagram, Imigrasi Bongkar Praktik Dokter Ilegal
