Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15 Ribu Bibit Pohon di Riau Bhayangkara Run 2026

Ada yang berbeda dari race pack Riau Bhayangkara Run tahun 2026 ini. Selain perlengkapan lari, sebanyak 15.000 runners juga akan membawa pulang bibit pohon trembesi sebagai bagian dari kampanye pelestarian lingkungan.
Sebanyak 15.000 bibit pohon tersebut dibawa oleh anak gajah Nona Seroja dalam bentuk boneka. Seluruh bibit pohon tersebut dibagikan pada saat pengambilan race pack yang merupakan bagian dari merchandise bagi para peserta lari di Riau Bhayangkara Run 2026.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan menjelaskan pembagian bibit pohon melalui boneka Nona Seroja merupakan bagian dari kampanye Green Policing. Program yang digagas Polda Riau tersebut terus digaungkan untuk meningkatkan kolaborasi dan menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan.
Irjen Herry Heryawan mengatakan melalui Riau Bhayangkara Run 2026 ini, pesan menjaga alam tidak hanya disampaikan melalui edukasi, tetapi juga diwujudkan dengan aksi nyata berupa penanaman pohon. Kapolda berharap, para pelari pulang tidak hanya membawa medali, tetapi membawa harapan baru untuk kelangsungan generasi dengan menanamkan bibit pohon trembesi tersebut.
"Kami menitipkan bibit pohon trembesi melalui boneka Nona Seroja kepada 15.000 peserta Riau Bhayangkara Run. Harapannya bibit ini dapat ditanam dan menjadi kehidupan baru yang dapat melestarikan alam kita," ujar Irjen Herry Heryawan, dalam keterangannya, Sabtu .
Kapolda Riau menyampaikan bahwa Riau Bhayangkara Run tahun ini sengaja dikemas berbeda agar memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pelestarian lingkungan di Bumi Lancang Kuning.
"Kami ingin Riau Bhayangkara Run bukan sekadar ajang adu kecepatan atau selebrasi olahraga semata. Melalui boneka Nona Seroja dan bibit pohon ini, kami menyelipkan pesan edukasi dan kepedulian," kata jenderal bintang dua lulusan Akpol 96 tersebut.
Melalui pembagian bibit pohon tersebut, Polda Riau berharap gerakan ini menjadi awal lahirnya ribuan pohon baru yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekaligus menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Nona Seroja sendiri merupakan anak gajah Sumatra yang lahir di Camp Eleven Flying Squad, Taman Nasional Tesso Nilo , Kabupaten Pelalawan, Riau. Kelahiran gajah berjenis kelamin betina ini menjadi simbol harapan baru dalam upaya penyelamatan gajah Sumtara yang populasinya terancam punah.
Nama Nona Seroja diberikan langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. Nama tersebut terinspirasi dari filosofi bunga seroja atau lotus yang mampu tumbuh di lingkungan berlumpur, namun tetap mekar dengan indah, bersih, dan murni.
Filosofi tersebut menggambarkan harapan agar semangat menjaga kelestarian alam mampu tumbuh di tengah berbagai tantangan lingkungan.
Melalui sosok Nona Seroja, Polda Riau ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi bagian dari gerakan penghijauan dan konservasi alam.
"Satu pelari menanam satu pohon, bayangkan dampak hijau yang bisa kita ciptakan," imbuhnya.
Sebelumnya: Alasan Kucing Menjilati Kucing Lain Menurut Penelitian, Ternyata Tidak Selalu karena Ramah
Selanjutnya: John Herdman Sanjung Performa dan Kedewasaan Mitchell Baker
Artikel Terkait
- Penjualan Mobil Jetour Semester I/2026 Tembus 1.500 Unit
- Aksi Vokalis The Neighbourhood Buka Baju di Atas Panggung Bikin Penonton Histeris
- Kasus Dugaan Teror di Rumah Dinas Wabup Deli Serdang, Hasil Labfor Diumumkan Senin
- Geger Wanita Ditemukan Tinggal Kerangka di Sukabumi Ternyata Korban Pembunuhan
- Prabowo: Kita Butuh Uang untuk Pelayanan Kesehatan, Gaji Guru, hingga Sekolah
- Setahun Eksploitasi Bug PayPal untuk "Curi" Laptop, Pelaku Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi
- Pulang ke Jogja, Pembalap Moto3 Mario Aji Cerita Ditilang di Spanyol
- Spanyol Juara Dunia, Gimana Analisis Laga Final Vs Argentina?
