Meluas ke Lingkaran Elite, Skandal Korupsi Kembali Guncang China

Pemerintah Cina mengumumkan pemecatan Ma Xingrui dari Partai Komunis Cina setelah penyelidikan internal menemukan dugaan pelanggaran disiplin dan tindak pidana korupsi.
Menurut kantor berita pemerintah Xinhua, Ma diduga menyalahgunakan kewenangannya dalam penempatan pejabat, mengatur pekerjaan bagi pihak tertentu, menerima hadiah ilegal, membantu kerabat membeli properti di bawah harga pasar, hingga melakukan transaksi "kekuasaan ditukar dengan uang dan seks."
Penyidik juga menuduh Ma membiarkan anggota keluarganya memanfaatkan pengaruh politiknya untuk memperoleh keuntungan ekonomi dalam praktik yang disebut sebagai family corruption atau korupsi keluarga.
"Penyelidikan menyebut Ma memanfaatkan jabatan untuk menguntungkan orang lain serta membiarkan keluarganya menggunakan pengaruh politiknya demi memperoleh keuntungan finansial."
Setelah dipecat dari partai, Ma diperkirakan akan diproses melalui jalur hukum. Di Cina, pemecatan dari PKC umumnya menjadi langkah awal sebelum kasus korupsi dibawa ke pengadilan.
Ma Xingrui bukanlah birokrat biasa. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, ia dikenal sebagai ilmuwan yang berkarier di industri antariksa Cina.
Ia pernah memimpin sejumlah program luar angkasa nasional dan meniti karier di Cina Aerospace Science and Technology Corporation sebelum dipercaya menduduki berbagai posisi penting di pemerintahan.
Karier politiknya melesat ketika menjadi wali kota Shenzhen, kemudian menjadi gubernur Provinsi Guangdong, hingga akhirnya menjabat sebagai sekretaris Partai Komunis di Xinjiang, salah satu wilayah paling sensitif secara politik di Cina.
Reuters mencatat bahwa sejumlah pejabat yang dipromosikan selama Ma memimpin Shenzhen maupun Xinjiang kini juga tengah diperiksa atas dugaan korupsi.
"Kasus Ma tidak hanya menyasar individu, tetapi juga membuka penyelidikan terhadap jaringan pejabat yang berkembang di bawah kepemimpinannya."
Kejatuhan Ma juga terjadi ketika sektor pertahanan dan industri antariksa Cina berada di bawah pengawasan yang ketat. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pejabat dari industri pertahanan, kedirgantaraan, hingga nuklir juga terseret dalam kasus serupa.
Pemecatan Ma menjadi episode terbaru dalam kampanye antikorupsi Presiden Xi Jinping yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade.
Sejak berkuasa pada 2012, Xi berulang kali menegaskan bahwa pemberantasan korupsi merupakan syarat untuk menjaga legitimasi Partai Komunis. Ribuan pejabat dari berbagai tingkat pemerintahan telah dijatuhi hukuman melalui kampanye tersebut.
Dalam dua tahun terakhir, penyelidikan juga menjangkau sejumlah tokoh militer paling senior, termasuk mantan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat He Weidong dan Jenderal Zhang Youxia.
Namun, kampanye antikorupsi Xi juga kerap menjadi perdebatan di kalangan para pengamat.
"Pemerintah Cina menyatakan kampanye ini bertujuan membersihkan birokrasi, sementara sebagian analis menilai pemberantasan korupsi juga berjalan beriringan dengan upaya memperkuat disiplin partai dan konsolidasi kekuasaan politik."
Terlepas dari perdebatan tersebut, kasus Ma Xingrui menunjukkan bahwa penyelidikan masih terus menyasar pejabat di tingkat tertinggi Partai Komunis, termasuk figur yang sebelumnya dianggap berada dalam lingkaran elit kekuasaan.
Editor: Rizki Nugraha
Sebelumnya: Efisiensi dan Keamanan Jadi Prioritas Memilih Pemanas Air Listrik
Selanjutnya: Niat Hati Bakar Rumput Kering demi Buka Jalan, Buntutnya Gedung Walet di Indramayu Nyaris Ludes Dilalap Api
Artikel Terkait
- Selain Don Ritto, Uang Miliaran dan 74 Kg Emas Dilimpahkan ke Kejagung Besok
- Cara Benar Naik Motor Skutik biar Hemat BBM, Hindari Kebiasaan Ini
- Prabowo Buka Kemungkinan Pangkas Anggaran TNI-Polri untuk atasi Kemiskinan
- Bupati Bogor Izinkan PKL Boleh Jualan Malam di Alun-alun Tegar Beriman, Ini Syaratnya
- Kecelakaan Kereta Api di Semarang, Ahmad Luthfi Sampaikan Duka Mendalam
- Massa Aksi Hendak Demo di Patung Kuda, tapi Akses Ditutup
- Kejagung Terbitkan Surat Penghentian Pengumpulan Data MBG, Kejati Jabar: Hanya Inventarisasi Jumlah SPPG
- Kronologi Dugaan Pelecehan Seksual di Unesa, Korban Bertambah Jadi 26 Orang
